These Names Voters Who Participate In West Papua Act of 1969

Posted by Unknown Selasa, 30 April 2013 0 komentar

Book Information Conservation Areas In West Papua

Posted by Unknown Jumat, 26 April 2013 0 komentar
Judul : Buku Informasi Kawasan Konservasi Di Papua Barat. Penerbit : Balai Besar KSDA Papua Barat. Tahun : 2011. Buku informasi kawasan ini secara umum memuat data dan informasi potensi sumber daya alam kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar KSDA Papua Barat.

Baca Selengkapnya ....

Warung Pinang: DARI LAPANGAN

Posted by Unknown Rabu, 24 April 2013 1 komentar
Warung Pinang: DARI LAPANGAN
: PULAU VENU Sepenggal Surga Di Laut Aru Oleh : Cone Raweyai* Pulau Venu terletak di ujung Barat kabupaten Kaimana dan merupakan pulau terl...

Baca Selengkapnya ....

OBYEK WISATA DI RAJA AMPAT-PAPUA BARAT

Posted by Unknown Kamis, 11 Oktober 2012 0 komentar
  


1.  Arca Penis.
Arca penis ini terdapat di kampung Lupintol Distrik Mayalibit.  Perjalanan dari Waisai dapat dilalui dengan jalan darat atau dengan Speed boat ke Distrik Mayalibit.  Melalui jalan darat anda dapat mengunakan kendaraan roda 4 atau roda 2 ke kampung Warsambin.  Perjalan lewat darat dapat ditempu kurang lebih 1 jam.  sampai di kampung Warsambin kemudian mengunakan speed boat atau long boat ke Arca Penis.  Arca Penis ini diangap keramat oleh masyarakat setempat.

2.

 

 Waiwo Dive Resort.
Waiwo Dive Resort dapat ditempu kurang lebih 30 menit dari kota Waisai dengan mengunakan kendaraan roda 4 atau roda 2.  di Waiwo Dive Resort anda dapat membiri makan ikan sambil menikmati berbagai jenis ikan tepat di hadapan anda tampa perlu menyelam.
Bagi anda yang gemar menyelam, dapat menyewa peralatan diving.  Berbagai aneka kuliner dan minuman dapat anda temukan di Waiwo Dive Resort.
Untuk keluarga atau pasang yang berbulan madu, disini tempatnya.  Anda dimajakan dengan fasilitas kamar full AC, paket perjalanan wisata ke spot penyelaman atau ke gugusan pulau Wayag yang terkenal.
Kunjingilah, maka anda akan dibuat takjub........................

3. Bandara Udara Raja Ampat.
Bandara udara Raja Ampat berjarak kurang lebih 5 km dari Waiwo Dive Resort.  Berbagai fasilitas sedang di persiapan Pemda Raja Ampat untuk mendukung operasional bandara.  Anda dapat menikmati pemandangan yang indah ketika anda berada di atas ketinggian gunung dan melihat fasilitas banadara dari ketinggia.

Demikian beberapa obyek wisata di Raja Ampat.  Kunjungilah...maka anda akan takjub adanya.

Beberapa foto-foto dari Raja Ampat








Baca Selengkapnya ....

150 Ekor Kura-kura Air Tawar Papua Dilepaskan Di TWA Sorong

Posted by Unknown Rabu, 01 Agustus 2012 0 komentar


Sekilas Tentang Kura-kura
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atauChelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.

Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggrissea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).
Seluruhnya, diperkirakan terdapat sekitar 260 spesies kura-kura dari 12-14 suku (familia) yang masih hidup di pelbagai bagian dunia. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 45 jenis dari sekitar 7 suku kura-kura dan penyu.
Suku-suku tersebut dan beberapa contohnya  Anak bangsa (Sub Ordo) Pleurodira Chelidae, kura-kura leher ular.
Suku ini dinamai demikian karena kebanyakan anggotanya memiliki leher yang panjang. Karena tak dapat ditarik masuk, kepala kura-kura ini hanya dilipat menyamping di sisi tubuhnya di bawah lindungan pinggiran tempurung badannya.
Suku kura-kura leher ular menyebar terutama di Papua dan Australia serta pulau-pulau di sekitarnya, dan di Amerika Selatan. Di luar tempat-tempat tersebut ditemukan pula di Pulau RoteNusa Tenggara. Habitat kura-kura ini adalah perairan tawar. Beberapa jenisnya yang ada di Indonesia, di antaranya Kura-kura rote (Chelodina mccordi), Kura-kura papua (Chelodina novaeguineae) dan Kura-kura perut putih (Elseya branderhosti).

Balai Besar KSDA Papua Barat, pada bulan Juli 2012 mengamankan 150 ekor Kura-kura air tawar Papua yang hendak diselundupkan ke Jawa lewat bandar udara DEO Sorong.  Namun hal tersebut digagalkan oleh Polhut (Polisi Kehutanan) Balai Besar KSDA Papua Barat yang bertugas di bandara udara DEO Sorong.
150 Ekor Kura-kura tersebut kemudian diangkut dan ditampung sementara di kantor BKSDA Papua Barat sebelum dilepasliarkan kembali ke Alam.  Kemudian pada tanggal 19 Juli 2012, 150 ekor kura-kura tersebut dilepasliarkan di TWA Sorong dengan mengundang beberapa wartawan media cetak dan elektronik di Kota Sorong.

Foto-foto Pelepasliaran Kura-kura Air Tawar Papua di TWA Sorong

Wawancara BBKDA Papua Barat dengan wartawan media cetak dan elektronik di Kota Sorong

Polhut BKSDA Papua Barat menjelaskan anatomi Kura-kura air tawar Papua

Staf Balai Besar KSDA Papua Barat melepaskan anakan kura-kura air tawar ke sungai di TWA Sorong

Jenis Kura-kura air tawar Papua

Pelepasan kura-kura air tawar papua oleh Jajaran BBKSDA Ppua Barat

Pelepasliaran anakan kura-kura air tawar Papua oleh Personil BKSDA Papua Barat.

"  MANTAF....POLHUT...SIKAT TRUS PENYELUDUP TSL ILEGAL. "

Baca Selengkapnya ....

Potensi Wisata Kabupaten Tambrauw

Posted by Unknown Rabu, 16 Maret 2011 5 komentar

Kabupaten Tambrauw merupakan kabupaten baru yang dimekarkan dari kabupaten Sorong dan kabupaten Manokwari pada tahun 2009 berdasarkan keputusan MK RI Nomor 127/PUU-VII/2009, tanggal 25 Januari 2009. Kabupaten Tambrauw terdiri dari 11 distrik yaitu Abun, Amberbaken, Fef, Kebar, Kwoor, Miyah, Moraid, Mubrani, Sausapor, Snopi, dan Yebun. Dengan ibu kota pemerintahan di Fef. 
Batas wilayah Kabupaten Tambrauw yaitu sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Sorong Selatan, sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Sorong Selatan dan sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Sidey Kabupaten Manokwari.

Sebagai kabupaten baru, Tambrauw berusaha mengekplorasi berbagai sumber daya alam yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan daerahnya.  Salah satu potensi daerah yang bisah dikembangkan adalah potensi pariwisata berbasis alam atau sering di sebut Ekoturisem.
Kabupaten Tambrauw memiliki kawasan konservasi yang dapat dikatakan masih asli yaitu CA. Pengunungan Tambrauw, TWA (Taman Wisata Alam) Pulau Dua dan juga SM. (Suaka Margasatwa) Jamursba Medi.
SM Jamursba Medi dan TWA Pulau Dua merupakan kawasan konservasi yang sangat mudah dikunjungi karena berada di samuderah pasifik.  Untuk sampai di kawasan ini hanya dengan mengunakan long boat atau speedboath dengan lama perjalanan kurang lebih 2-3 jam dari Sausapor.  jika perjalan dilakukan dari Sorong dengan mengunakan speed boat dapat mencapai 4-5 Jam.

SM. Jamursba Medi; merupakan pantai peneluran penyu Belimbing (Dermochelis coriacea), dan juga beberapa jenis penyu lainnya seperti penyu Sisik, penyu Hijau dan penyu Tempayang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh BBKSDA Papua Barat, WWF dan NOOA, diketahui bahwa penyu Belimbing yang setiap tahun naik dan bertelur di pantai Jammursba Medi mencari makan sampai ke pantai Florida Amerika Serikat dan setelah itu ia akan kembali lagi ke pantai Ja,mursba Medi untuk bertelur.  Penyu Belimbing ini merupakan maskot pemerintah kabupaten Tambrauw sehingga  dipakai sebagi logo kabupaten.  Menyaksikan aktivitas "Dinosaurus" ini di  pantai Jamursba Medi merupakan pemandangan yang langka dan unik. Anda dapat mengabadikan semuanya dengan camera atau handycam.


TWA. Pulau Dua.
Pulau Dua merupakan daerah singgah penyu Belimbing, penyu Sisik, penyu Hijau dan penyu Tempayang sebelum mendarat di pantai Jamursba Medi untuk bertelur.  Di pulau ini terdapat berbagai jenis karang, ikan, penyu, dan biota laut lainnya yang masih asli.  Pulau Dua memiliki tutupan karang sekitar 70% yang sehat.  Sekitar pulau ini anda dapat menyelam pada kapal karam Ex-Perang Dunia II yang tengelam dan juga pesawat tempur.  Kapal-kapal ini bagai rumah ikan yang dibentuk sebagai sebuah taman bawah air.  sekitar Pulau Dua dikelingi pasir putih lembut, yang  dapat memanjahkan anda berjemur diterpa sinar matahari,

Baca Selengkapnya ....

Mengenal Jenis Tumbuhan Paku-pakuan Yang di Manfaatkan oleh Masyarakat Suku Hatam di Dataran Prafi Distrik Warmare

Posted by Unknown Senin, 10 Januari 2011 0 komentar
(Know Ferns of Plants Used by the Hatam Tribe in the Plateau Prafi District Warmare)

Pteridophyta (Tumbuhan paku-pakuan) merupakan tumbuhan dengan "kormus" yang telah jelas.  artinya bahwa bagian tubuh tumbuhan ini telah dapat dibedahkan menjadi 3 bagian pokok yang telah jelas yaitu akar, batang dan daun.  Bagian  tumbuhan paku-pakuan yang muda dikenal dan sebagai salah satu ciri-ciri yang membedahkannya dengan tumbuhan jenis lain adalah daun muda yang mengulung atau disebut Vermasi.  Daun muda ini akan membuka setalah dewasa.   Berdasarkan habitat (tempat hidup), tumbuhan paku-pakuan dapat dibedakan menjadi Jenis tumbuhan paku-pakuan Terestrial, yaitu jenis tumbuhan paku-pakuan yang hidup di tanah.  jenis tumbuhan paku-pakuan Efipit, yaitu jenis tumbuhan paku-pakuan yang hidup menumpang pada tumbuhan lain.  jenis tumbuhan Aquatik, yaitu jenis tumbuhan paku-pakuan yang hidupnya di dalam air.
Tumbuhan Paku-pakuan telah lama dikenal yang dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Oleh Masyarakat adat disekitar pengunungan Arfak juga telah memanfaatkan tumbuhan paku-pakuan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.   Ada yang dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi, tanaman hias, obat-obatan, makanan, busana dan mejig.                      Beberapa jenis tumbuhan paku-pakuan yang terdapat pada lahan perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Distrik Warmare yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Hatam adalah Agiopteris avecta (Nunggu nowa/bahasa Hatam) dimanfaatkan sebagai dimanfaatkan untuk mengobati bisul atau penyakit kulit lainnya; Cyclosorus sp (Avuat-bahasa Hatam) dimanfaatkan sebagai obat sukit gigi. Lycopodium spp (Safu-bahasa Hatam) dimanfaatkan sebagai tanaman hias, Lycopodium deuterudensum (Soya-bahasa Hatam) dipercaya dapat mengusir jin atau hantu dari rumah, Ophioglossum sp (Mbrus-Bahasa Hatam) dimanfaatkan sebagai obat penyubur rambut.

Baca Selengkapnya ....

Hutan Indonesia Kini - Greenpeace Indonesia

Posted by Unknown Senin, 03 Januari 2011 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

Populasi Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) Di Hutan Sekitar Kampung Yomber Pulau Mios Waar Teluk Wondama

Posted by Unknown Senin, 22 November 2010 2 komentar

(Population Type Ferns  In The Forest Around The Village Of Island Yomber Mios Waar Wondama Bay)
(Oleh : C. Raweyai)


Papua pulau dengan perpaduan Bioregion Australia dan Asia Tenggara menjadikan Papua memilki keragaman hayati yang tinggi. Diperkirakan 60 – 90 % tumbuhan di Pulau Papua merupakan spesies endemik, sehingga dapat dipastikan Papua memiliki setengah dari keanekaragaman hayati Indonesia. Keragaman flora dan fauna meliputi 164 spesies mamalia, 329 spesies reptil dan ampibi, 650 jenis burung, 250 jenis ikan air tawar dan 120 jenis ikan air laut, 150.000 spesies serangga, serta beratus-ratus spesies avertebrata air tawar dan laut, Juga 20 000 - 25 000 spesies tumbuhan pembuluh. (Anonimous, 1999).
Menurut Croft, Keragaman tumbuhan paku di Papuasia terdiri dari 187 genus dengan 1700 - 1800 spesies. Keragaman jenis tumbuhan paku-pakuan di hutan dataran tinggi lebih tinggi, bila dibandingan dengan hutan dataran rendah, (Ferial, dkk. 1999).
Paku-pakuan (Pteridophyta) memiliki nilai ekologis dan nilai ekonomi di alam ini. Nilai ekologis yang dimiliki tumbuhan paku-pakuan adalah sebagai penutup tanah sehingga berfungsi mengatur tata air dan mencega terjadinya erosi serta menjaga ekosistem hutan. Jenis tumbuhan paku-pakuan tertentu juga di manfaatkan sebagai sayur-sayuran, obat-obat, bahan kosmetik dan beberapa jenis yang memiliki perawakan dan daun yang unik dimanfatkan sebagai tanaman hias.
Pulau Mios Waar terletak di dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih kabupaten Teluk Wondama. Memiliki keragaman jenis paku-pakuan yang perlu di kaji untuk mendapatkan informasi biologis bagi pemanfaatan potensi keragaman hayati dan pengelolaan kawasan.

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jumlah jenis tumbuhan paku berdasarkan habitat yang meliputi paku terestrial, paku epifit dan paku pemanjat dan kelimpahan jenis tumbuhan paku berdasarkan habitat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi Informasi dasar bagi keanekaragaman hayati di Papua serta pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu taksonomi tumbuhan dan Botani hutan.



Hasil identifikasi sampel herbarium jenis paku-pakuan (Pteridophyta) asal kampung Yomber pulau Mios Waar yang dilakukan di Herbarium Manokwariense ditemukan 17 famili tumbuhan paku yang terbagi dalam 29 genus dengan 34 jenis. Dari 34 jenis tersebut, 20 jenis merupakan paku terestrial (terestrial fern), 8 jenis merupakan paku epifit (epifit fern) dan 6 jenis yang merupakan paku pemanjat (climbing fern).

A. Struktur Populasi Paku Terestrial
Jenis tumbuhan paku-pakuan terestrial (terestrial fern) yaitu Acrostichum aureum L., Acrostichum sp., Adiantum caudatum L., Anthrophyum reticulatum (Fors.) Kaulf., Cyclosorus sp., Dipteris conjugata Roinw., Helminthostachis zeilanica (L.) Hook., Heterogonium sp., Lygodium sp., Lindsaya scanden Hool var. terrestris Holtt., Nephrolepis sp., Oleandra sp., Phymatodes sp., Pteris sp., Schizaea dichotoma (L.) Sm., Selaginella plana Hieron., Selaginella sp., Selaginella sp2., Taenitis blechnoides dan Triconomantes sp;

B. Struktur Populasi Paku Epifit
Jenis tumbuhan paku-pakuan epifit (epifit fern) adalah Asplenium sp., Drynaria sp., Licopodium sp2., Lycopodium sp., Microsorium sp., Pyrrosia sp., Asplenium nidus L. dan Platycerium sp.;

C. Struktur Populasi Paku Pemanjat
Indentifikasi sampel herbarium diketahui bahwa ada 6 (enam) jenis yang merupakan paku pemanjat (climbing fern) yang terdapat di sekitar kampong Yomber, yaitu Davallia sp., Bolbitis sp., Lomagrama sp., Polypodium sp., Stenochlaena palustris (Burm. f) Bedd. dan Vittaria sp.

Baca Selengkapnya ....

Demo Damai Di Sorong-Papua Barat ( 09 Nov 2010) Dalam Rangka Menyambut Kedatangan Pesiden AS Bara Obama di Indonesia

Posted by Unknown Selasa, 09 November 2010 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

Raja Ampat_Reef Monitoring Training

Posted by Unknown Rabu, 03 November 2010 0 komentar

TREINING MONITORING KESEHATAN KARANG-WAIWO RAJA AMPAT.
Raja Ampat.  Pelatihan monitoring kesehatan karang yang dimotori TNC Raja Ampat dan difasilitasi CI Raja Ampat.  Pelatihan ini berasal dari berbagai NGO dan staf pemerintah.  dari Taman Nasional Teluk Cederawasih; Bu Astrid, Titus dan Mulyadi;  dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat; Cone Raweyai, dari CI Raja Ampat ; Rudy Dimara, Ronald, dkk.  dari TNC; Ari, Zakir, Ondo, dkk.  WWF Teluk Cenderawasih adalah Mba Tika.
Pengajar adalah pa Yan Manuputty dari WWF, Erdi dan Christin dari CI dan pa Gede TNC Bali.
Pelatihan ini berlangsung kurang lebih 1 minggu di Stasiun Penelitihan CI - Waiwo Raja Ampat.
"untuk pribadiku...mengenal karang adalah hal baru untukku.  latar belakang disiplin ilmuku adalah Kehutanan... tapi tuntatan pekerjaan membuatku hari belajar menyelam dan mengenal karang dan ikan karang.  sungguh sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan saya pelajari.." demikian kataku kepada teman-teman pelatihan.
 OK the..kita tunggu tantangan selanjutnya.

Tabea....
Amaray.com

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO Ricky support evafashionstore - Original design by Bamz | Copyright of Warung Pinang.